Sebuah Renungan

Juni 28, 2009 pukul 10:08 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

kita menginginkan segalanya indah tak ada hambatan  yang berarti menghalangi niat dan kesempatan kita. tapi kenyataanya sebaliknya justru kita dihadapkan dengan fenomana dan pembelajaran yang harus kita hadapi dan sikapi supaya kita bisa keluar dari permasalahan tersebut. jalan terbaik yang harus kita lakukan adalah syukuri apa yang telah menimpa kita dan renungkan apakah ada hal hal kecil yang bisa kita ambil hikmah dari permasalah tersebut. dibawah ini ada sebuah renungan untuk kita

  • Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amanah.
  • Kita membangun banyak jalan-jalan besar, tetapi wawasan kita semakin sempit.
  • Kita banyak menghabiskan uang, tetai semakin sedikit apa yang kita punya.
  • Banyak membeli tetapi makin sedikit yang bisa kita nikmati.
  • Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita semakin kecil.
  • Rumah-rumah yang semakin nyaman, tapi makin sedikit waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.
  • Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan.
  • Inilah masa pendapatan yang berganda, tetapi perceraian bertambah.
  • Kita memiliki semakin banyak gelar, tetapi semakin sempit akal.
  • Semakin banyak pengetahuan, tapi semakin sempit penilaian pada yang baik dan buruk.
  • Semakin banyak ahli, akan tetapi semakin banyak pula masalah.
  • Semakin banyak ditemukan obat,  tetapi semakin berkurang kesehatan.
  • Kita terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit membaca, terlalu banyak menonton televisi dan sangat jarang berdo’a.
  • Kita telah melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri kita.
  • Terlalu banyak bicara dan kurang mendengar
  • Terlalu sedikit mencinta, terlalu banyak membenci
  • Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tapi tidak mencari hidup
  • Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan kita, tapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.
  • Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal melakukan hal-hal yang lebih  baik.
  • Kita telah membershihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi
  • Kita telah menaklukkan atom, akan tetapi tidak mamapu menaklukkan prasangka buruk.
  • Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar
  • Kita banyak berencarana, tetapi sedikit menggapai
  • Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak belajar menunggu
  • Inilah zamannya makanan yang cepat saji dan pencernaan yang lambat.
  • Manusia-manusia lebih besar fisiknya, tetapi kerdil karakternya.
  • Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat, pakaian sekali pakai, moralitas yang terbuang, kelebihan berat badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya ; membuat gembira, menenangkan dan sekaligus Membunuh !
  • Inilah waktunya ketika banyak hal-hal yang dipamerkan dan semakin sedikit yang disimpan.
  • Ingatlah sesungguhnya hidup tidak diukur dengan berapa banyak hembusan napas yang kita ambil.
  • Tetapi hidup diukur dengan saat-saat terakhir hembusan napas kita.
  • Semoga hari-hari yang telah berlalu menjadi pelajaran, pengalaman dan introspeksi bagi kita, dan semoga Esok yang sesungguhnya menjadi lebih baik.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: