Muntah dan Gumoh

November 8, 2009 pukul 1:45 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

MUNTAH DAN GUMOH

A. Pengertian
Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius.
Gumoh terjadi jika sebagian isi lambung keluar mulut secara pasif dan tidak disertai kontraksi otot perut. Biasanya karena kebanyakan makan atau kegagalan bayi mengeluarkan udara yang tertelan. Gumoh biasanya terjadi sesaat setelah bayi makan, dimulai pada pekan-pekan pertama kehidupannya. Gumoh terjadi seperti ilustrasi air yang mengalir kebawah, bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak.
Sekitar 70% bayi berumur dibawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap harinya, kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 % pada umur 9-12 bulan dan 5% pada umur 18 bulan. Meskipun normal, gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.
Muntah adalah pengeluaran isi lambung melalui mulut dengan kekuatan secara aktif. Muntah terjadi adanya kontraksi otot-otot perut. Cairan yang kaluar biasanya lebih banyak dibandingkan gumoh, lebih dari 10 cc bisa keluar dari hidung.

B. Faktor Penyebab
Penyebab gumoh bayi :
1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung. Lambung yang penuh juga bisa membuat bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai keusus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya bayi muntah lambung bayi punya kapasitas sendiri.
2. Posisi Menyusui
– sering ibu menyusui sambil tidauran dengan posisi miring sementara si bayi tidur terlentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencerna, tapi kesaluran nafas, bayipun gumoh.
– Pemakaian bentuk dot
Jika si bayi suka dot besar diberi dot kecil, ia akan malas menghisap karena lama. Akibatnya , susu tetap keluar dari dot dan memnuhi mulut bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk kelambung membuat bayi muntah
3. Klep penutup lambung belum berfunghsi sempurna
Dari mulut, susu akan masuk kesaluran pencernaan atas, baru kemudiaan ke lambung, diantara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung, pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.
4. Fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik ( gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna
5. Terlalu aktif
Misalnya pada saat bayi menggeliat aatu pada saat bayi terus menerus menangis hal ini akan membuat tekanan didalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah/ gumoh.

Penyebabb muntah dan gumoh pada bayi menurut Kishore
1. Refleks menelan belum bagus
Ketika makanan ditaruh dibagian depan lidahnya, sibayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya, namun bukannya bisa masuk, malah makannanya jadi keluar lagi, seperti halnya bayi mau belajar merangkak, kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus. Sementara kalau dia menghisap ASI, tak menjadi masalah karena puting ada di belakang lidahnya. Refleks menelan ini akan membaik dengan sendirinya tergantung kemampuyan masing-masing bayi dalam menelan. Umumnya diatas usia 6 bulan. Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat, bisa diatasi dengan mengecerkan lagi makannanya dengan cara membender hingga mudah baginya untuk menelan. Misalnya nasi tim, diblender dengan blender khusus untuk makanan bayi. Awal diblender selama 2 menit dilakukan selama 2 menit. Setelah itu diblender hanya 1 menit. Jadi makin lama makin sebentar membelendernya. Dengan demikian dia bisa lambat laun jadi terlatih. Diharapkan diusia setahun dia bisa makan nasi lembek.

2. Tak Kenal dengan Makanannya
Jika bayi tak kenal atau tak suka dengan makanan, bayi yang semi padat atau padat, tentu akan menolaknya. Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair. Ketika mendapatkan makanan yang semi padat pasti awalnya akan menolak, bila demikian, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan, dia jadi menangis karena takut dijejalkan.

3. Rasanya Berbeda
Ada pula yang menolak nasi tim karena rasanya berbeda, karena selama 6 bulan pertama bayi kenalnya hanya rasa manis. Kalau bayi tak suka karena tak mengenal rasa tim tersebut. Bisa diupayakan agar sibayi belajar mengenal rasa. Jadi rasanya harus diubah dan divariasikan, misalnya diberi tambahan kecap manis. Semakin lama kecapnya dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi tim yang lain. Muntah juga bisa terjadi karena bayi kekenyangan makan atau minum.

4. Gangguan sfingter
Pada saluran pencernaan ada saluran makan (esophagus), yang berawal dari tenggorokan sampai lambung, pada saluran yang menuju lambung ada semacam klep atau katup yang dinamkan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung.
Dalam keadaan ini sfingter belum berfungsi secara sempurna, tetapi akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambah usia. Umumnya diatas usia 6 bulan. Namun ada kalanya di usia itu pun sibayi masih mengalami gangguan. Gejalanya biasanya bayi akan sering gumoh terutama sehabis disusui. Kadang, ada juga sfingter dengan gangguan yang disebut hipertropi pylorus stenosis, yaitu adanya otot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus. Akhirnya keluar muntah. Gejalanya, tiapkali diberikan makanan padat akan muntah tetapi kalau makanan cair tidak. Selain itu berat badannya pun sulit naik. Jika gangguannya berat, makanan cair pun biasanya tak bisa lewat, hingga mengganggu pertumbuhan si bayi karena tidak ada penyerapan makanan. Jika demikian kondisinya, harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar. Namun bila gangguannya ringan. Tindakan operasi bisa ditunda. Diharapkan dengan bertambahnya usia, mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun.

Penyebab muntah dan Gumoh menurut pendapat lain :
1. Gangguan mengeluarkan udara, karena udara berada dibawah susu berada dalam perut. Ketika perut bayi berkontraksi, udara keluar dari dalam perut dan membawa susu masuk kembali kekerongkongan. Bisa juga karena bayi baru belajar menyusui, ia menghisap terlalu keras banyak atau terlalu cepat. Bayi yang dipeluk terlalu keras setelah makan juga terpaicu untuk muntah.
2. Alergi terhadap susu formula atau alergen daam makanan yang dimakan ibu dapat berpengaruh pada bayi. Tanda-tanda adanya kepekaan terhadap makanan sebagai penyebab kerewelan, sakit perut, serta tingkah laku gelisah, adalah pola yang disebut dengan kolik 24 jam, yaitu rasa sakit yang terjadi maksimum 24 jam setelah ibu mengkonsumsi agi makanan yang sama.
Umumnya makanan yang berpootensi mengganggu dalam ASI adalah produk olahan berbahan susu, makanan atau minuman yang mengandung kafein (minuman ringan, cokelat, kopi, teh dan sebagainya), biji-bijian dan kacang-kacangan (gandum, jagung, kacang tanah, dan lain-lain), makanan pedas, dan makanan yang mengandung gas (brokoli, bawang putih, tauge, cabe hijau, kembang kol, kubis)
3. Ganguan usus atau kemacetan didalam usus yang membuat susu tidak dapat melintas sehingga kembali ke kekerongkongan, yang paling umum dalam kondisi ini adalah stenosispylorus . tanda-tandanya adalah :
 Bayi muntah dengan semburan yang sangat kuat dan terjadi terus menerus.
 Berat tubuh berkurang atau gagal mempeoleh kenaikan berat badan
 Terjadi tanda dehidrasi: kulit berkerut, mulut kering, mata kering, dan jumlah popok kotor berkurang.
 Perut membengkan seperti balon setelah makan dan dikodongkan setelah muntah.
 Rasa lapar meningkat dan ia bersemangat makan, disusn dengan muntah dan kembali makan dengan bersemangat.
4. Gastroesophagal Reflux, atau kondisi dimana isi lambung yang banyak mengandung asam naik kembali ke kerongkongan. Tanda-tandanya adalah
 Bayi sering menangis sangat keras dan sulit dibujuk untuk diam
 Sering muntah-muntah juga melalui hidung
 Menderita rasa sakit di perut, siang dan malam
 Bangun malam karena sakit
 Rewel setelah makan, menarik-narik kaki dan lututnya kearah dada
 Sering bersedawa kering atau tersedak dan cegukan
 Air liur keluar secar berlebihan.

Tanda-tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/ susu pada bayi, antat lain :
1. Bayi tidak tenang atau rewel atau selalu gelisah sepanjang waktu
2. Bayi tidak ingin menyusu atau tidak bernafsu
3. Bayi selalu menangis saat atau setalah menyusu
4. Bayi muntah atau gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering

Muntah yang harus diwaspadai
1. Muntah yang terus menerus dan tak membaik walaupun telah diobati. Sebab muntah bisa berlanjut dengan dehidrasi (kekurangan cairan) bayi menjadi lemas, bibir dan lidahnya kering, terlihat haus, jarang berkemih dan pansa.
2. Muntah berwarna hijau, ini menandakan adanya kelaian pada saluran pencernaan, yaitu dibawah usus 12 jari. Warna hijau berasal dari cairan empedu.
3. Muntah disertai darah. Hal ini menandakan terjadi luka ditenggorokan akibat bayi sering muntah jika hanya berupa bercak darah. Tetapi jika darah cukup banyak, kemungkinan ada pembuluh darah yang pecah.
4. Muntah akibat keracunan. Bayi mengalami muntah dan diikuti diare. Ini bisa terjadi bila pengasuh kurang menjaga kebersihan saat membuat minuman untuk bayi atau tidak steril. Selain menyebakan keracunan, keadaan ini bisa memicu infeksi saluran pencernaan.
5. Muntah keluar seperti air mancur. Ini menunjukan adanya kelainan pada susunan saraf pusat di otak bayi. Kondisi ini biaanya terjadi setelah bayi jatuh.

C. Penatalaksanaan
Penanganan muntah pada anak tergantung penyebabnya. Bila disebabkan oleh kelainan usus, muntah akan hilang setelah dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan penyebab kelainan tersebut. Bila penyebabnya infeksi, muntah baru berhenti setelah infeksi diobati. Jangan berikan obat anti muntah karena obat tersebut tidak menyembuhkan penyenan muntahnya, malahan dapat menyesatkan bila ternyata anak tengah menderita suatu kelainan saluran pencernaan yang memerlukan upaya bedah. Selain itu muntah juga dapat menimbulkan efek samping.
Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah/ gumoh berlebihan pada bayi yang mengarah pada hal patologis ibu tak perlu khawatir, jika:
 BB bertambah (dalam rentang normal)
 Bayi tampak senang, pertumbuhan dan perkembangan bayi normal.

Ibu perlu khawatir dan penanganan medis, jika :
 Penurunan BB. Tidak ada kenaikan BB
 Infeksi dada berulang
 Muntah disertai darah
 Bayi dehidrasi
 Gangguan penafasan misalnya henti nafas, biru atau nafas dehidrasi
 Muntah kehijauan
 Sakit perut selama 6 jam
 Muncul bintik-bintik merah muda/ keunguan yang tidak hilang saat ditekan
 Bayi muntah selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam
 Tidak mau minum
 Mengantuk luar biasa dan rewel
Bersihkan muntah dengan lap atau kering agar tak sempat berkontak terlau lama dengan kulit si bayi. Kalau tidak, kulit akan memerah atau terjadi iritasi, yang berarti harus dilakukan pengobatan khusus.
Untuk membersihkan bekas muntah pada pakaian bayi atau perabotan maupun lantai, gangguan campuran air dan soda kue karena dapat menghilangkan noda yang menetap juga menghilangkan baunya.
Beberapa cara meminimalisir gumoh dan muntah pada bayi.
1. Hindari memberikan ASI/ susu saat bayi berbaring, juga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.
2. Hindari meletakan bayi dikursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada parut.
3. Hindari merangsang aktifitas yang berlebihan setelah menyusu.
4. Jangan menyusui selagi bayi menangis, berhentilah menyusi untuk menenangkannya.
5.Kontrol jumlah ASI susu yang diberikan. Misalnya berikan ASI / susu dengan jumlah sedikit tapi kering.
6. Sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa diantara 2 waktu menyusu.
7. Cek lubang dot yang digunakan untuk meberikan ASI/ susu jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar, susu akan mengalir dengan cepat yang memungkinkan bayi gumoh dan botol dimiringkan sedemikian rupa sehingga susu yang memenuhi bagian dotnya, bukan udara.
8. Hindari memberikan ASI / susu ketika bayi sangat lapar karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.
9. Jika menyusui, posisi bayi dimiringkan kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 450, jadi cairan yang masuk bisa turun kebawah.
10. Jangan mengangkat bayi saat gumoh/ muntah. Segera mengangkat bayi sat gumoh adalah berbahaya karena muntah/ gumoh bisa turun lagi, masuk ke apru-paru sebaiknya miringkan atau tengkurupkan anak, biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.
11. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk kedalam paru-paru karena bisa menyebakan radang/ infeksi. Muntah pada bayi bukan Cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa keluar dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung dan tenggorokan punya saluranb yang berhubunga. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tidak bisa semuanya keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.
12. Hindari bayi tersedak. Bila sibayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernafasan alias paru-paru, ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum bayi muntah (saat menunjukan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan/ didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: